Pelatihan Inseminasi Buatan Menggunakan Semen Cair Dan Pelestarian Sapi Kuantan di Dinas Provinsi Riau dan Pelestarian Sapi Kuantan Tahun 2018

Teknologi Inseminasi Buatan telah terbukti dapat meningkatkan produktifitas sapi dan telah diterima di masyarakat, sehingga hingga saat ini teknologi Inseminasi Buatan telah dapat diaplikasikan di seluruh Indonesia. Kendala yang saat ini dihadapi  di luar Jawa atau daerah yang terpencil adalah ketidaktersedianya Nitrogen cair dan bila ada jumlahnya terbatas dan harganya mahal. Dalam kondisi seperti ini maka dibutuhkan teknologi IB menggunakan semen cair (Liquid semen) yang tidak membutuhkan Nitrogen cair. Pusat Studi Ternak Pedaging di Laboratorium Reproduksi Ternak Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya telah melakukan serangkain penelitian yang menghasilkan formulasi pengencer dan teknologi produksi dan implementasi IB semen cair dengan bahan yang berbasis lokal.  Dengan teknologi ini UPT Pembibitan, Balai Inseminasi Buatan, Perusahaan Pembibitan Sapi dan Kambing atau Kelompok Peternak dapat secara mandiri memanfaatkan pejantan unggul untuk memproduksi semen cair dan mengaplikasikannya pada ternak sapi atau kambing yang ada di sekitarnya.

 Provinsi Riau memiliki populasi Sapi Kuantan yang telah ditetapkan oleh pemerintah menjadi rumpun sapi kuantan berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian Republik Indonesia nomor 1052/Kpts/SR.120/10/2014 tentang penetapan rumpun Sapi Kuantan, sehingga Dinas Peternakan Provinsi Riau merencanakan kegiatan-kegiatan yang menunjang pelestarian Sapi Kuantan ini menggunakan Inseminasi Buatan. Pada tanggal 5-7 Agustus 2018 Tim Pusat Studi Ternak Pedaging mengadakan kegiatan Pelatihan Inseminasi Buatan dengan Semen Cair terhadap Pelestarian Sapi Kuantan di Dinas Peternakan Provinsi Riau. Tujuan Kegiatan ini adalah koordinasi program Aplikasi IB menggunakan Semen Cair untuk pelestarian plasma nutfah sapi Kuantan dan Transfer Ilmu dan Pengetahuan dari Pusat Studi Sapi Pedaging Fapet UB kepada Balai Inseminasi Buatan Peternakan Riau.

Adapun urutan kegiatan antara lain adalah :

  1. Koordinasi dengan Tim di Laboratorium  dan Prosesing Semen Cair

Kegiatan hari senin tanggal 6 Agustus  2018 dimulai dengan mengamati kondisi sapi yang ada di Balai Inseminasi Buatan , yaitu semua yang ada adalah sapi Bali dan dipelihara dengan kandang yang tertutup untuk menghindari gigitan nyamuk atau binatang mengingat lokasinya masih dekat dengan hutan atau perkebunan sawit. Setiap hari terdapat penampungan semen sapi Bali, yang pada  waktu pengamatan tampak libidonya rendah dengan tidak cepatnya untuk menaiki teaser dan kualitas yang didapat  volumenya sedikit.

Pada waktu tersebut didapatkan semen dengan kualitas rendah yaitu hanya 20%, sehingga tidak dapat diproses lebih lanjut, Demikian juga sapi Kuantan yang ada di Plasa tidak juga menghasilkan semen (Tidak bisa dilakukan penampungan) walaupun sudah dilakukan penyuntikan GnRH.  Sehingga sapi kuantan pun juga tidak dapat di proses menjadi semen cair.

  1. FGD dengan Dinas Peternakan Provinsi Riau tentang “Pelestarian Sapi Kuantan menggunakan Semen Cair:

Setelah dilakukan prosesing semen cair diadakan pertemuan  dengan para pimpinan di dinas peternakan Provinsi Riau yang dipimpin secara langsung oleh Kepala Dinas Peternakan Provinsi Riau. Hal- hal yang dibicarakan pada kesempatan ini adalah :

  1. Dinas Peternakan Provinsi Riau berkomitmen untuk mengembangkan plasma nutfah sapi kuantan yang telah ditetapkan menjadi rumpun sapi kuantan pada tahun 2014. Selain itu di Riau banyak terdapat sapi Bali, akan tetapi baru saja ada penyakit jembrana yang enewaskan 4000 an sapi Bali, sehingga masyarakat mengharapkan sapi kuantan sebagai alternatif saya yang dipelihara oleh masyarakat.
  2. Selama ini Dispet Provinsi Riau sudah bekerjasama dengan Fakultas Pertanian Jurusan Peternakan UIN SUSKA untuk melakukan kajian fenotipe dan genotipe untuk identifikasi sapi kuantan dan menunjukkan sapi kuantan merupakan boss indicus yang mempunyai tampilan fisik yang bervariasi.
  3. Dinas Peternakan povinsi Riau saat ini sudah melakukan penjaringan dan ditempatkan di UPT pakan pasir putih untuk dibudidayakan dan identifikasi, Selain itu direncanakan dapat dikembangkan untuk melakukan kajian yang lebih intensif.
  4. Pengembangan Sapi kuantan ini diharapkan dapat dilakukan melalui IB menggunakan semen cair, mengingat lokasi nya berada di kabupaten dan dipelihara secara extensif dengan jarak berjauhan.
  5. Saat ini sapi kuantan pejantan diharapkan terus dapat dilatih untuk mendapatkan semen dan selanjutnya dapat di proses menjadi semen cair yang diposisikan di dispet prov plaza, mengingat tidak boleh di tempatkan di BIB karena belum bebas dari penyakit yang disyaratkan bagi pejantan.

Tim PS Ternak Pedaging akan memberikan pelatihan pembuatan semen cair dengan menggunakan semen sapi Bali dan diharapkan dapat juga dilanjutkan untuk di IB kan untuk memdapatkan data keberhasilan IB menggunakan semen cair sapi Bali di sekitar BIB.

  1. Identifikasi Sapi Kuantan

Setelah selesai pertemuan dilakukan perjalanan ke UPT Pakan di Pasir Putih yang lokasinya di Kabupaten Kampar. Berdasarkan pengamatan sapi yang ada di UPT Pasir Putih  menunjukkan bahwa Sapi Kuantan mempunyai banyak variasi tampilan, yaitu berwarna hitam, abu-abu, kecoklatan dan juga  belang putih dan coklat. Sapi Kuantan merupakan breed sapi potong lokal Riau yang belum diketahui asal usulnya.

Sapi Kuantan banyak ditemukan di daerah Kabupaten Indragiri Hulu dan Kabupaten Kuantan Singingi. Berdasarkan tampilan fenotipe, Sapi Kuantan mirip dengan sapi pesisir (bangsa sapi potong lokal Sumatera Barat). Asal-usul Sapi Kuantan merupakan sapi pesisir yang dibawa oleh perantau minang ke daerah ini. Hasil penelitian ini juga menegaskan bahwa berdasarkan garis keturunan induk asal usul Sapi Kuantan adalah dari Bos indicus sama seperti sapi pesisir.

  1. Prosesing Semen Cair

Kegiatan di hari selanjutnya, Selasa, 7 Agustus 2018 adalah Prosesing Semen Cair di UPT Balai Inseminasi BUatan. Secara prinsip prosesing semen cair  merupakan tahapan bagian dari prosesing semen beku sampai dengan before Freezing, akan tetapi pada proses Cooling dilakukan penghentian proses dan diupayakan refregerator mempunyai suhu yang stabil agar semen dapat disimpan dalam waktu yang lama.

Berhubung staf di BIB telah mempunyai ketrampilan tersebut, maka proses pelatihan di Lab. berjalan dengan lancar, namun yang menjadi permasalahan pada saat pelatihan adalah tidak ada semen Sapi Bali yang berkualitas baik (hanya motilitas 20%) sehingga tidak dilakukan prosesing lebih lanjut, selain itu juga Sapi Kuantan yang ada di Plaza juga tidak bisa ditampung untuk diambil semennya.

  1. Pelatihan Produksi dan Aplikasi Semen Cair.

Kegiatan diawali dengan pemberian materi oleh Prof. Trinil Susilawati tentang produksi dan implementasi semen cair. Selanjutnya dengan kehadiran Kadis Provinsi Riau ditekankan kembali komitmen Dinas untuk mengembangkan sapi Kuantan dengan menggunakan IB semen Cair.  Untuk selanjutnya kerjasama dengan UIN SUSKA tetap dilaksanakan untuk melakukan kajian Sapi Kuantan dan dilanjutkan nantinya dengan mendaftarkan Sapi Kuantan dalam SNI, sedangkan dengan PS ternak Pedaging Fapet UB adalah kerjasama dalam produksi dan aplikasi semen cair.

  1. FGD antara Dinas Peternakan Provinsi Riau , Tim PS Pedaging Fapet UB dan  Tim Peneliti UIN SUSKA

Setelah selesai kegiatan pelatihan dan koordinasi, maka dilanjutkan ke UIN SUSKA , untuk membicarakan kelanjutan kerjasama dalam hal pelestarian sapi Kuantan. Secara prinsip disampaikan bahwa Dinas Provinsi RIAU berkomitmen mengembangkan sapi Kuantan, sehingga tetap akan menggandeng UIN SUSKA didalam melakukan identifikasi dan pengembangan populasi dan produksi sapi Kuantan, PS Ternak Pedaging Fapet UB akan mendukung kegiatan tersebut didalam pendampingan saat pengajuan SNI Sapi kuantan apabila dibutuhkan.

Hal yang dapat disimpukan dari seluruh rangkaian kegiatan ini antara lain adalah Proses Pelatihan Produksi dan Implementasi telah dilakukan di UPT Inseminasi Buatan Ternak Pekan Baru, Riau, namun prosesing semen cair belum bisa dilakukan karena kendala tidak ada semen yang  yang mempunyai motilitas > 70%. Setelah kegiatan ini diharapkan tetap dilakukan prosesng dan implementasi IB menggunakan semen cair di UPT Inseminasi Buatan. Kerjasama diharapkan tetap berlanjut terutama untuk aplikasi semen cair dalam rangka pelesteraian Plasma Nutfah Sapi Kuantan. (asr)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *